TSWlTfO8TSA5GfA9GfO5TfGoGd==

Ini dia Yusri, Mantan kombatan GAM yang tinggal di rumah reot tak layak huni


yusri mantan GAM Aceh
Yusri

Kulitnya hitam dan badannya nampak kekar berotot.  Pemuda itu  berdiri di pintu rumah reotnya yang berdindingkan pelepah rumbia. Ia menyenderkan tubuhnya ke tiang rumah yang hanya berupa batang bambu yang telah usang  ditelan masa.  Sorot matanya sendu  dan masih nampak di wajahnya  sisa-sisa kelelahan karena bekerja keras sepanjang hari.
 
Begitulah penampilan Yusri Muhammad (33), salah seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang kini jadi sorotan netizen facebook karena kehidupannya yang memilukan. Ia merupakan warga Dusun Tgk Chik Peudeung Gampong Paloh Raya Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen.

kisah sedih mantan GAM Aceh

Disaat tidak sedikit kawan seperjuangannya dulu kini hidup lebih beruntung, Yusri tetaplah seorang yang sederhana bahkan hidup dibawah garis kemiskinan. Saban hari, ia bekerja sebagai buruh muat batang kelapa untuk menghidupi keluarga kecilnya. Ia juga terkadang menjadi buruh bangunan dalam program-program pembangunan di desanya.

rumah mantan gam
rumah Yusri

Bukan  hanya pekerjaannya saja yang berat dan melelahkan. Selama bertahun-tahun, eks pejuang GAM itu juga harus merasakan getirnya kehidupan bersama anak dan istrinya. Yusri yang merupakan ayah dari seorang putra tersebut tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni.
loading...

Rumah pria kelahiran 1 juli 1985 itu sudah hampir rubuh namun ditopang dengan batang bambu. Semua bagian dinding rumahnya terbuat dari pelepah rumbia dan sudah lapuk.  Atapnya juga bocor dan seringkali saat musim penghujan, seisi rumah kebasahan dan mereka terpaksa berteduh ke balai pengajian di samping rumah sambil menunggu hujan reda.


mantan gam

Nasruddin (39), warga setempat mengatakan kalau Yusri dulunya merupakan anggota GAM yang bertugas memberikan informasi melalui HT dan juga menyediakan konsumsi untuk kombatan lainnya. Yusri bahkan pernah sempat tertangkap oleh TNI, saat itu tertidur lelap di Meunasah gampong setelah kelelahan membantu para anggota GAM dari daerah lainnya yang datang ke wilayah Kuta Blang.

“ Dulu dia yang mengumpulkan makanan dari warga untuk kombatan yang bersembunyi di perbukitan, karena terlalu lelah dan sekujur badannya basah oleh keringat, dia tidur di meunasah. Pas bangun paginya langsung ditangkap”, cerita Nasruddin

Type above and press Enter to search.